Jumat, 20 Februari 2015

TAMAN VANILLA

“Jangan lupa untuk segera kembali kerumah setelah pulang sekolah. Selamat siang” ucap Sensei Yoshida sambil meninggalkan kelas

Hanami segera memasang earphone merah ditelinganya . Gadis dengan wajah manis berkulit putih bersih ini segera meninggalkan kelas dan menuju koridor .

“Hanami-chan !” teriak Hiroto dari belakang .

            Hanami yang sedang megenakan earphone merahnya tidak mendengarkan panggilan Hiroto dan melanjutkan langkahnya menuju gerbang depan sekolah .

            Hiroto mengikuti langkah kaki Hanami dari belakang. “Lagi-lagi ia menggunakan earphone bodoh itu”

            Hanami yang tidak menyadari keberadaan Hiroto dibelakang tidak menoleh sedikitpun kebelakang . Ia menatap kearah depan dengan wajah dingin , seperti biasanya .

            “Hanami awas !!!” teriak Hiroto sambil berlari mengahmpiri Hanami .

            Hanami terjatuh karena terkena lemparan bola basket . “Kau tidak apa-apa?”tanya Hiroto mengahmpiri Hanami dan membantunya berdiri . “Kalian seharusnya berhati-hati !! teriak Hiroto kearah lapangan basket yang dipenuhi oleh atlet basket populer disekolahnya .

            Kiyoshi, kapten basket SMA Kyoko berlari mengampiri Hanami dan Hiroto. “Kau tidak apa-apa?” tanya Kiyoshi pada Hanami yang masih membersihkan roknya karena terjatuh.

            Hanami melepaskan earphonenya dan memandang Kiyoshi . “Tidak usah pedulikan aku. Anggap saja kejadian ini tidak pernah menimpaku” ucap Hanami meninggalkan Kiyoshi dan Hiroto .

            Kiyoshi terdiam mendengar jawaban Hanami yang begitu singkat .”Jawaban apa itu ? Apa artinya ia marah padaku ?” tanya Kiyoshi pada Hirito . “Sifat Hanami memang begitu. Tidak usah dipikirankan . Kembalilah berlatih senpai” ucap Hirito membungkukkan badan pada seniornya dan berlari menyusul Hanami .

            Kiyoshi memandang Hanami dari kejauhan . “Kenapa dia sangat pendiam?” Kiyoshi kembali berlatih basket ditengah sorakan para wanita cantik yang menyemangatinya tanpa lelah .

            Hirito yang masih mengikuti Hanami dari belakang kemudian berlarian kecil agar berjalan bersampingan dengan Hanami. “Kau masih marah padaku ? Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu kau akan menungguku hingga selama itu .” ucap Hirito memandang Hanami

            “Lupakan saja  kejadian itu. Aku bahkan sudah melupakannya” jawab Hanami mempercepat langkah kakinya . “Aku benar-benar menyesal” ucap Hirito sambil menahan lengan sebelah kanan Hanami .

            Hanami menghentikan langkahnya dan memberikan Hirito kesempatan untuk berbicara . “Aku tahu kau sangat marah padaku . Aku benar-benar minta maaf. Sore itu pamanku meninggal.” Ucap Hirito memandang Hanami untuk meyakinkannya. 

 “Aku baru saja sampai rumah dari pulang sekolah . Tapi aku harus segera kesana dan meninggalkan handphoneku yang sedang dicharge dirumah. Aku tidak sempat memberitahumu karena sangat terburu-buru”

Hanami melepaskan lengannya dari genggaman tangan Hirito yang hangat. “Pulanglah. Aku tidak marah padamu” ucap Hanami tetap dengan wajah dinginnya . Hanami berjalan meninggalkan Hirito yang berada dibelakangnya.

Hirito tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya melihat Hanami dari belakang .

Hanami kemudian menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. “Aku turut berduka atas pamanmu.” Ucap Hanami . Hirito hanya diam seakan menunggu kata-kata selanjutnya dari Hanami .

“Taman Vanilla” Hanami membalikan badan dan melanjutkan langkah kakinya. “Yess!! Arigatou Gozaimaseu Hanami-chan !! Aku tidak akan terlambat” teriak Hirito .

Hanami masih bisa mendengarkan suara girang Hirito yang berjalan berlawanan arah dengannya . Hanami tersenyum manis mendegar suara Hirito .

Keesokan harinya Hanami berangkat kesekolah lebih pagi dari biasanya karena ia mendapat tugas piket. Perempuan berambut sebahu itu menjepitkan jepitan rambut bermotif bunga sakura di sisi bagian kanan rambutnya .

Hanami berjalan sambil memandang sekililing sekolahnya yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah dan juga bunga sakura yang berjatuhan dari atas. Hanami sangat menikmati musim ini , musim semi yang sangat disukainya .

“Hanami?” Hanami menghentikan langkahnya dan berpaling kearah suara yang memanggilnya . Kiyoshi ? Bagaimana bisa ia berada didepannya secepat ini padahal tadi suasana sekolah masih terbilang sepi.

“Kau marah padaku ?” tanya Kiyoshi memandang Hanami dengan sungguh-sungguh. “Aku sudah bilang untuk melupakan kejadian yang kemarin” jawab Hanami tanpa senyuman sedikitpun

“Jadi kau tidak marah denganku?” tanya Kiyoshi lagi . Hanami tidak menjawab dan hanya memandang Kiyoshi . Kiyoshi yang tidak mendengar jawaban dari Hanami segera melanjutkan perkataannya .

“Baiklah kalau begitu aku anggap kau tidak marah padaku .” ucap Kiyoshi sambil menyuguhkan senyuman mematikannya pada Hanami.

Hanami meninggalkan Kiyoshi dengan santainya. Apa ? Dia mengabaikan senyuman mematikanku ? Biasanya gadis gadis akan pingsan saat melihatku tersenyum. Apa dia buta ? Hirito tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Hanami mengabaikan senyumannya .

“Gadis bunga yang berbeda” ucap Kiyoshi dalam hati .

Hanami tiba dikelasnya dan meletakkan tasnya untuk segera membersihkan kelas . Ia memandang mejanya yang diatasnya terletak kertas kecil berwarna biru bertuliskan “Taman Vanilla. See you”

Hanami segera memandang sekeliling dan berlarian kecil kearah jendela kelasnya yang terletak dilantai dua . Ia menemukan Hirito melambaikan tangan padanya dari bawah . Hanami membalasnya dengan seyuman khasnya , senyuman dengan dimple dibagian ujung bibir bagian bawah .

3jam berlalu dan bel istirahat pertama pun berbunyi. Hanami mengambil novel yang baru dibelinya kemarin dari ransel birunya . Keadaan kelas menjadi sangat riuh . Seluruh siswi diruangan terbut berteriak karena kedatangan Kiyoshi, laki-laki paling populer disekolah memasuki kelas mereka .

Hanami memandang kearah pintu masuk dan mendapati Kiyoshi berjalan menuju kearahnya . Tempat duduk hanami yang terletak nomor 3 dari depan tidak membuat Kiyoshi harus berjalan lama untuk bertemu dengannya .

Kiyoshi dengan leluasa duduk dihadapan Hanami . “Minumlah.” Ucapnya sambill menyodorkan minuman kaleng. “Anggap saja sebagai simbol permintaan maafku. Jika kau ada waktu , sebelum pulang  datanglah untuk melihatku latihan .” Ucap Kiyoshi ramah .

Hanami kemudian memandang orang disekitarnya yang mengerubunginya dan Kiyoshi. Mereka menjadi sorotan semua kelas yang berada dilantai dua.

“Kau akan datang, kan ? Aku akan menunggumu nanti sore” ucap Kiyoshi meninggalkan Hanami. Sebelum keluar kelas, Kiyoshi menghentikan langkahnya dan membalikkan badan kearah Hanami .

“Jepitan Hana (bunga) itu sangat cocok denganmu.” Ucap Kiyoshi . Suasana ruangan yang sebelumnya sangat sunyi karena semua perhatian berada pada Hanami dan Kiyoshi , berubah menjadi sangat riuh karena teriakan para gadis yang meleleh dengan ucapan Kiyoshi.

Setelah memastikan bahwa Kiyoshi telah keluar dari kelas, para siswi yang melihat kejadian itu segera mendatangi Hanami dengan berbekal beribu pertanyaan .

“Apa kalian sangat dekat ?” “Kalian memiliki hubungan apa?” “Kau sangat beruntung Hanami !” “Jangan coba-coba mendekatinya atau kau akan rasakan balasanya !” “Perempuan tidak tahu diri !” “Romantis sekali” “Sudah berapa lama ?” “Kalian cocok !””Apakah dimple couple telah berakhir?” “Aku lebih menyukai kau bersama Hirito!”

Bertubi-tubi pertanyaan menghampiri Hanami. Meskipun Hanami tidak menjawabnya pertanyaan itu terus bermunculan . Banyak pujian dan cercaan yang dilontarkan padanya . Hanami hanya memandang mereka tanpa menjawab satu pertanyaan .

Menyebalkan . Aku jadi tidak bisa membaca novel ini .

Bel masuk pun berbunyi dan suasana kelas menjadi normal kembali . Hanami menghela napas panjang atas kejadian yang baru saja menimpanya .

Hanami memerhatikan pelajaran yang sedang dijelaskan dengan baik. Perhatian Hanami mengenai kejadian yang baru saja terjadi kemudian teralihkan pada pelajaran. Hanami memang termasuk anak yang pendiam. Tapi kemampuan akademiknya benar-benar tidak bisa diremehkan . Hanami selalu mendapat peringkat satu disekolahnya .

Tidak terasa, bel pulang telah berbunyi. Hanami segera bergegas meninggalkan kelas dan bersiap untuk Taman Vanillanya. Cibiran demi cibiran mengiri langkah Hanami meninggalkan kelasnya .

“Pasti sangat menyenangkan diundang untuk menonton latihan oleh Kiyoshi” “Ada pasangan baru” “Hanami, ganbatte !””Bagaimana dengan Hirito?”

Hanami hanya tersenyum mendengarkan celotehan mereka . Terasa lucu baginya , tiba-tiba ia merasa menjadi artis dadakan yang terkenal secara tiba-tiba hanya karena Kiyoshi datang mengunjunginya .

Hanami keluar dari koridor dan melewati lapangan basket. Ia melihat sorak sorai para pendukung setia klub basket , mungkin tepatnya penggemar setia Kiyoshi Yamada. Secara tidak sadar, Hanami menghentikan langkahnya dan memerhatikan Kiyoshi yang sedang berlatih untuk pertandingan bergengsi tingkat SMA.

Cukup lama Hanami tidak melangkahkan kakinya dan terpaku dengan kemampuan Kiyoshi dalam memainkan bola bundar itu . Kiyoshi yang melihat Hanami memandangnya dari kejauhan melambaikan tangannya pada Hanami.

Hanami refleks membalas lambaian tangan Kiyoshi . Hanami tertegun dan sadar dari lamunannya . Hanami dengan cepat mengalihkan pandangannya dan berjalan meninggalkan area sekolah dengan cepat.

Kiyoshi yang melihat tingkah Hanami hanya tertawa sekilas dan melanjutkan latihannya. Kiyoshi tahu , ia tidak akan semudah itu mengajak Hanami menonton latihannya .

“Kenapa aku melakukan hal yang memalukan . Bodoh sekali” ucap Hanami berulang kali sambil memukul mukul kepalanya .

Hanami kemudian memandang minuman kaleng rasa leci. Buah kesukaannya . “Kenapa semua orang sangat menyukaimu ?” ucap Hanami berbicara dengan minuman kaleng yang diberikan Kiyoshi tadi pagi.

Hanami kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah . Hanami segera membersihkan badan dan memilih pakaian musim semi mana yang akan ia kenakan hari ini.

Hanami memilih one piece biru muda kesukaanya yang akan dipadukan dengan jepit rambut bunga lily berwarna putih yang ia pasang disisi kanan rambutnya dan membiarkan sisanya tergerai 
.
Hanami meihat dirinya dicermin dan tersenyum. Ia merasa seakan kejadian 10 tahun lalu saat ia berusia 7 tahun terulang kembali.

Waktu itu ia juga menggunakan one piece berwarna biru muda dan jepit rambut bunga lily warna putih , pemberian Hirito. Hanami dan Hirito sudah berteman lama . Semenjak Hanami SD mereka selalu berada dalam satu sekolah dan selalu bersama sama.

Saat itu Hanami juga akan pergi ke Taman Vanilla, tapi untuk merayakan pesta ulang tahun Hirito yang ke-7. Hanami benar-benar terlihat seperti peri pada saat itu . Wajahnya yang sangat cantik dan menggemaskan membuat semua perhatian tertuju padanya saat ia datang.

Hirito bahkan memberikan hadiah kepada Hanami . “Ini untukmu . Semoga kau menyukainya” ucap Hirito . Hanami bingung “Untukku ? tapi aku tidak berulang tahun hari ini. Aku membawakan hadiah untukmu” ucap Hanami tersenyum

“Ambilah. Aku membelikannya khusus untukmu. Aku juga akan mengambil hadiah darimu.” Ucap Hirito tersenyum. “Anggap saja kita sedang bertukar kado” lanjut Hirito

 Hirito membuka hadiah tersebut .“Wah miniatur taman saat musim semi ya. Arigatou Hanami-chan” ucap Hirito tersenyum . “Selamat Ulang tahun, Hirito Konoto. Aku memberikanmu miniatur taman musim semi , karena aku sangat menyukai musim semi. Dan taman .. karena kita sangat sering bermain ditaman. Semoga kau akan mengingat persahabatan kita” ucap Hanami

Hirito tersenyum mendengarkan ucapan Hanami yang begitu lembut. “Sekarang giliranmu membukanya”. Hanami membuka sebuah kotak berbentuk segi empat yang lumayan besar .

“Boneka ice cream Vanilla ?” tanya Hanami . “Kau suka ?” tanya Hirito. Hanami tersenyum dan menganggukan kepalanya beberapa kali. “Saat aku pertama kali melihatmu, aku seperti melihat ice cream Vanilla yang berjalan.” Ucap Hirito

Hanami terdiam dan mendengarkan perkataan Hirito. “Kau manis , dan menyenangkan. Sama seperti ice cream Vanilla. Aku sangat menyukai ice cream Vanilla . Walaupun aku sedang sedih , saat aku memakannya aku merasa jauh lebih baik. Sangat menyenangkan berada disekitar ice cream Vanilla. Jadi kau , teruslah berada disampingku.”

Sampai sekarang panggilan Taman Vanilla tetap mereka gunakan dan menandakan akan bertemu di Taman favorit mereka.

Hanami memastikan dirinya terlihat rapi dan melihat jam tangan hitam yang  melingkar dilengan kirinya yang mungil . “Yaampun ! Aku hampir terlambat !” ucap Hanami terkejut saat jam tangannya telah menunjukan pukul 16.40. Hanami dan Hirito selalu membuat janji pukul 17.00 karena Hirito menyukai angka 17 , sedangkan Hanami 0 .

Hanami mempercepat laju sepedanya  menuju Taman Vanilla. Untungnya letak Taman Vanilla tidak terlalu jauh dari rumahnya . Sesampainya di Taman, Hanami segera memarkirkan sepedanya dengan benar dan mencari Hirito .

Hanami baru berjalan beberapa langkah dan mendapati Hirito sedang duduk menunggu kedatangan Hinami. Hanami tidak menegur Hirito secara langsung karena berniat akan mengangetkannya .

Tetapi saat akan mengejutkan Hirito, seorang gadis berambut panjang dengan postur tubuh yang lebih tinggi dari Hanami menghampiri Hirito dengan membawa dua buah ice cream cone Vanilla.

Hanami menghentikan langkahnya dan memandang mereka dari kejauhan . Hanami melihat gadis itu duduk disamping Hirito dan tertawa ria bersama Hirito . Siapa dia ?

Hanami mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hirito dan memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri.

Dia sudah memiliki pacar ? Kenapa ia tidak memberitahuku ? Apakah tadi ia akan mengenalkanku pada pacarnya ? Kenapa sangat tiba-tiba ? Selama ini aku tidak pernah melihat ia mendekati seorang gadis secara serius walaupun banyak yang menyukainya

Hanami memikirkan banyak hal sepanjang jalan . Pikirannya tidak menentu . Hanami memikirkan Hirito secara terus menerus. Aku kira , selama ini gadis yang dekat dengannya hanyalah aku . ternyata tidak .

Hanami kembali mengingat masa SMPnya dengan Hirito. Hirito , laki-laki yang  populer dari semenjak ia SD sampai SMA . Badan tinggi , wajah manis , bersahabat, memiliki dimple dipipir kirinya, baik hati, ramah, ditambah lagi kemahirannya bermain sepak bola menjadikannya bintang lapangan dalam posisi menyerang.

Banyak wanita yang iri pada Hanami. Ia selalu dekat dengan Hirito , selain itu Hinami juga sangat cantik dan cocok dengan Hirito . Semua orang bahkan mengira mereka berdua memiliki hubungan spesial .

“Hei” Hanami menoleh . “Senpai ?” ucap Hanami menghentikan aktivitas mendorong sepedanya . “Panggil saja aku Kiyoshi. Kau mau kemana ?” tanya Kiyoshi

Hanami memandang wajah Kiyoshi sejenak . “Entahlah” jawab Hinami memalingkan wajah .

“Apa kau menangis Hinami Keiko ?” tanya Kiyoshi sambil mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Hinami . “Tidak , aku hanya kelilipan” jawab Hinami

“Bagaimana kalau kita bergembira bersama ? Aku juga sedang ingin melepas penat sebelum pertandingan . Aku sangat lelah berlatih terus menerus .” ucap Kiyoshi

“Kemana ?” tanya Hinami . “Kemana saja asalkan kau sudah tidak menangis lagi. Sangat tidak cocok untukmu . Kau benar-benar cantik hari ini tapi suasana hatimu sedang tidak baik.”

Kiyoshi kemudian mengambil sepeda yang dipegang Hanami dan menaikinya . “Naiklah , mari kita bersenang-senang” ucap Kiyoshi yakin . “Kenapa kita tidak berjalan saja ?” tanya Hanami

“Nanti semua orang akan mengira bahwa aku sedang berjalan jalan dengan adikku. Bukan dengan orang yang kusuka. Cepat naiklah” ucap Kiyoshi yang sudah siap mengayuh sepeda Hanami.

Badan jangkung yang dimiliki Kiyoshi membuat Hinami terlihat mungil berjalan disampingnya.

Hanami terdiam mendengar perkataan Kiyoshi . Tadi itu apa ? Apa itu sebuah pengakuan atau hanya sekedar ingin menghiburku ?

“Hanami” panggil Kiyoshi. Hanami menoleh dan segera naik ke bangku penumpang dibelakang .

Kiyoshi mengayuh sepeda menuju ke pinggir danau. Dan memperlambat laju sepedanya saat berada disekitar danau. “Warna birunya sangat indah” ucap Hinami memecah keheningan .

“Kau sangat menyukai warna biru ya?” tanya Kiyoshi sambil mengayuh sepeda perlahan. “Very much” jawab Hinami singkat . “Senpai , ayo kita berhenti sebentar dan bersenang-senang disini”

“Baiklah kalau itu maumu. Tapi panggil saja aku Kiyoshi” ucap Kiyoshi sambil meletakkan sepeda Hinami disamping pohon didekat danau.

Hanami dan Kiyoshi duduk berdampingan disekitar danau sambil memandangi indahnya warna biru danau saat musi semi. “Apa kau merasa sangat sedih ?” tanya Kiyoshi. “Aku tidak bersedih , aku sedang bersenang-senang denganmu” jawab Hinami tersenyum.

Kiyoshi terkesima melihat senyuman Hinami yang sangat manis . “Aku baru pertama kali melihatmu tersenyum seperti itu . Dan senyum itu untukku.” Ucap Kiyoshi tanpa memandang Hinami yang masih memandangnya .

“Teruslah tersenyum seperti itu Hanami. Jangan biarkan air matamu menetes lagi. Saat kau tersenyum kau seperti bunga sakura yang sedang mekar. Indah dan menawan . Keberadaan senyummu juga seperti bunga sakura yang selalu ditunggu tunggu oleh banyak orang . Lihatlah semua masalah dengan senyuman seperti kau tidak mempunyai beban apa-apa . Maka kau akan merasa lebih baik” ucap Kiysohi memandang Hanami dengan senyumannya .

“Berdirilah disana . Aku akan mengambil gambarmu” ucap Kiyoshi mengeluarkan handphone miliknya dari dalam saku .

Hanami mengambil pose piece andalannya . Kiyoshi segera mengambil gambar Hanami . Saat Hanami tidak siap untuk difoto , Kiyoshi tetap menagmbil gambar Hanami tanpa sepengetahuannya .

Hanami segera mengambil handphone miliknya dari tas saat handphoennya berdering.

From : Hirito Konoto

Kau dimana ? Sekarang sudah jam 17.30 . Apa kau sedang sibuk ?Aku akan menunggumu sampai kau datang . Aku ingin memberitahumu sesuatu yang sangat penting.

Hinami menarik napas dan menaruh kembali handphonenya kedalam tas birunya . Apa memperkenalkan pacar barumu padaku adalah sesuatu yang sangat penting ? Apa kau tidak memikirkan perasaanku saat kau akan mengenalkannya padaku ? dasar bodoh

“Hinami” Hinami menoleh kearah Kiyoshi . Click ! “Wuaa .. kau sangat manis Hanami-chan” ucap Kiyoshi yang mengambil foto Hanami secara tiba-tiba.

“Kau benar-benar jahat Kiyoshi-kun ! Bagaimana jika nanti wajah manisku terlihat jelek ?” ucap Hinami diiringi nada candaan .

Hinami menghabiskan banyak waktu bersama Kiyoshi saat itu . Semua penat dalam dirinya seakan benar-benar hilang berkat Kiyoshi . Waktu yang menyenangkan bersama orang yang menyenangkan pula .

“Arigatou Gozaimaseu , Kiyoshi-kun.” Ucap Hinami membungkukkan badan . “Kau berbicara banyak hari ini , itu bagus. Jika kau ingin bersenang-senang lagi ajak aku ya” ucap Kiyoshi tersenyum.

“Pulanglah , sudah malam .” ucap Kiyoshi. “Kita tidak pulang bersama ? Aku akan mengantarmu” ucap Hanami polos. “Tidak usah , rumahku tidak jauh dari sini . Jika terjadi apa-apa dijalan , telpon aku. Bye” ucap Kiyoshi meninggalkan Hanami dengan senyuman

Hanami kemudian mengayuh sepedanya dan mengingat kejadian menyenangkan tadi . Kiyoshi ternyata orang yang sangat baik. Astaga !

Hinami menghentikan sepedanya dan mengecek handphonenya . 50 panggilan tidak terjawab dari Hirito Konoto. Hinami terdiam . Apa aku harus menelponnya ? Atau aku harus ke Taman Vanilla ? Apa yang harus aku lakukan ?

Hinami memutuskan untuk mengayuh sepedanya ke Taman Vanilla untuk memastikan apakah Hirito masih berada disana . Sesampainya ditaman , Hinami masih melihat keberadaan Hirito yang duduk sendirian . Kemana gadis yang tadi ?

Hinami akhrinya menelpon Hirito sambil memandangnya dari kejauhan .

“Hanami-chan .. ” ucap Hirito yang belum selesai bicara . “Gomen , aku banyak urusan yang harus kuselesaikan . Pulanglah dan tidak usah menunggu lagi disana.” Potong Hanami .

“Kau ada dimana sekarang ?” ucap Hirito melihat sekeliling taman . “Aku tahu kau pasti disini .” ucap Hirito . “Pulanglah, maafkan aku” tutup Hinami

Hinami kembali meneteskan air matanya melihat Hirito dari kejauhan .

Kenapa kau melakukan ini padaku ?Apa aku melakukan sesuatu yang salah padamu ? Kenapa kau tidak bisa membuka hatimu padaku ? Pada wanita yang sudah lama bersama denganmu . Tapi mengapa kau bisa dengan mudahnya membuka hati untuk orang lain ? Bahkan orang yang aku tidak kenal sama sekali.

Message Message!

Handphone Hanami berdering pertanda SMS masuk. Pasti Hirito . Apa lagi yang akan ia katakan ?

From : Kiyoshi

Kau sudah sampai ? Cepat tidur dan istirahat . Besok aku tunggu dilapangan basket ya . Mungkin aku tidak bisa kembali lagi kekelasmu besok , aku harus latihan . Sampai bertemu besok , Hanami-chan

Kiyoshi. Laki-laki yang sangat baik, menyenangkan, populer, bahkan bisa dikatakan ia lelaki yang benar-benar mengagumkan. Hanami meletakkan kembali handphonenya kedalam tas tanpa membalas pesan tersebut.

“Aku kira kau ,ternyata bukan” ucap Hanami sambil memandang Hirito dari kejauhan . Hirito yang masih duduk disana sendirian  memandang  keatas langit .

“Biasanya sekarang aku duduk disampingmu . Bukan hanya kau yang memandang langit, tapi kita berdua. Kenapa begitu banyak yang berubah dalam waktu yang sesingkat ini ?” ucap Hinami menangis

Hanami mengirim pesan kepada Hirito

To : Hirito Konoto

Pulanglah. Kau sudah terlalu lama menungguku . Aku minta maaf, aku benar-benar kekanakan . Dan juga, jangan temui aku beberapa hari ini . Maaf.

Hinami kemudian mengayuh sepedannya meninggalkan Hirito . Hirito yang menyadari kepergian Hanami segera mengejarnya . “Hanami-chan !” teriak Hirito .

Hanami yang mendegar suara teriakan Hirito menambah kelajuannya mengayuh sepda putih miliknya.

Keesokan paginya, Hirito benar-benar tidak muncul dihadapan Hanami sekalipun . Mulai dari bel masuk hingga pulang, Hanami benar-benar tidak melihat makhluk cerewet itu.

            Message Message !
            From : Kiyoshi

            Aku tunggu dilapangan ! J

            Hanami yang membaca pesan  dari Kiyoshi segera menuju kekantin untuk membeli minuman kaleng .

            Dikantin ia mendapati Hirito sedang makan sushi dengan beberapa temannya. Hanami berjalan lurus dan berpura-pura tidak melihatnya .

            Hirito yang melihat Hanami mengambil minuman kaleng didalam lemari pendingin kemudian mengikutinya mengambil sebuah minuman kaleng juga.

            “Biar aku yang bayar.” Ucap Hirito

            “Arigatou” ucap Hanami singkat

            “Ada apa denganmu ? Apa kau marah denganku ? Aku melakukan kesalahan lagi ? Setidaknya kau harus memberitahuku kesalahan apa yang aku buat, jadi aku bisa minta maaf. Ucap Hirito dengan wajah serba salah

            Hinami terdiam . “Aku sedang banyak urusan. Maaf” ucap Hinami meninggalkan Hirito.

            “Apa kalian bertengkar ?” tanya Yorume teman Hirito. “Aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku . Tapi ia terus menghindariku” ucap Hirito sambil menghela napas panjang.

            Hinami memikirkan perkataannya pada Hirito tadi. Apa itu terlalu kasar ? Kenapa aku marah padanya ? Apa salah yang ia buat ? Aku sangat kekanak kanakan.

            Hinami yang sudah sampai pada lapangan basket, segera duduk dikursi penonton yang sangat ribut oleh teriakan para gadis yang melihat Kiyoshi latihan.

            Kiyoshi yang sadar akan keberadaan Hinami melambaikan tangan padanya . Suara teriakanpun terdengar sangat hebat . Hanami hanya membalas dengan senyuman manisnya.

            Hanami memandang Kiyoshi dengan seksama. Hanami kembali teringat ketika ia mendukung Hirito latihan sepak bola. Hanami selalu menyediakan minuman dan handuk untuk Hirito. Tapi sekarang, Hanami berada pada lapangan basket, bukan lapangan bola.

            Kiyoshi , dan bukan Hirito .

            Lamunan Hinami buyar ketika bunyi sempritan pelatih berbunyi keras pertanda latihan telah selesai. Hinami segera turun dari kursi penonton dan turun mendekati Kiyoshi untuk memberikan minnuman yang telah ia beli dikantin.

            “Ini , minumlah.” Ucap Hanami ramah . “Untukku ? terimakasih .” jawab Kiyoshi

            “Pakai ini untuk mengelap keringatmu. Kau bermain sangat bagus tadi”ucap Hanami memberikan handuk kecil pada Kiyoshi .

            “Bermain bagus ? Kau tahu dari mana ? Bukannya dari tadi kau hanya melamun ?” tanya Kiyoshi

            Hinami tertegun. Bagaiamana ia bisa tahu ? Apa dari tadi Kiyoshi memerhatikan Hanami ?

            “Jadi , kesibukan ini yang membuatmu mengabaikanku. Kau bahkan memberikan handuk itu pada Kiyoshi , bukan padaku. Aku merindukanmu Hanami” ucap Hirito yang dari tadi memandangi Hanami dari kejauhan.

            “Tunggu disini sebentar. Aku akan ganti baju . Ingat , jangan kemana-mana . Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap Kiyoshi meninggalkan Hanami menuju kamar ganti.
            Mengatakan apa ?Kau bahkan tidak mengusap kepalaku karena aku datang menyemangatimu .

            Hanami tertegun . Benar , kau Kiyoshi yang mengagumkan. Bukan Hirito yang menakjubkan.

            “Apa yang kau pikirkan ? Kau sangat banyak melamun hari ini” ucap Kiyoshi yang sudah selesai berganti baju.

            “Nothing. Kau mau mengajakku kemana ?” tanya Hanami mengalihkan pembicaraan .

            “Kesuatu tempat yang sangat indah. Kau pasti suka” ucap Kiyoshi

            Hanami hanya tersenyum samar mendengar perkataan Kiyoshi. Kiyoshi dan Hanami berjalan berdampingan menuju ke sebuah jalan setapak yang dihiasi dengan jejeran pohon sakura yang sangat indah .
            Hanami menutup mata, dan menarik napas dalam . Ia menikmati udara bunga sakura yang sangat menyegarkan . Bau yang khas . Kiyoshi dan Hanami berjalan hingga ketengah area jalan setapak yang dipenuhi pohon sakura .

            Sekarang , saat Hanami memandang kearah depan atau belakangnya , sangat banyak pohon sakura yang bisa ia lihat .

            “Hanami-chan” ucap Kiyoshi yang membuat langkah kaki mereka terhenti. Hanami memandang wajah Kiyoshi seakan menunggu kata-kata selanjutnya .

            “Kau suka tempat ini ?”  tanya Kiyoshi

            “Sangat sangat sangat menyukainya .” jawab Hanami tersenyum sangat ramah

            “Begitu juga denganku” ucap Kiyoshi menatap Hanami

            “Hmm?”  ucap Hinami seakan ia tidak mengerti

            “Aku sangat sangat sangat menyukaimu . Seperti kau menyukai tempat ini, aku menyukaimu Hanami Keiko.”

            Hanami tertegun dan tidak menjawab apapun . Mengapa harus berakhir seperti ini?

            Handphone Hanami berdering . Hanami melihatnya  , telepon masuk dari Hirito dan tidak mengangkatnya .

            “Aku bersungguh-sungguh Hanami-chan. Kau berbeda dari yang lain. Kau membuatku nyaman . Aku sudah menaruh perhatian lebih padamu dari awal kita bertemu.” Ucap Kiyoshi lagi

            Message Message !

            Hinami membuka pesan masuk.

            From : Hirito Konoto

            Hanami , ada sesuatu yang harus aku katakan padamu sebelum semuanya terlambat. Aku sangat berharap kau datang . Meskipun aku terlambat, aku harus mengatakannya padamu Hanami-chan. Aku benar-benar akan menunggumu disana. Taman Vanilla

            Hinami bingung dengan perasaannya . Sangat menyenangkan berada disisi Kiyoshi . Tapi Hanami lebih nyaman berada disisi Hirito . Ya ! Hirito .

            “Gomennasai Kiyoshi-kun. Aku sangat mengahrgai perasaanmu padaku, tapi aku hanya menganggap hubungan kita hanya sebatas persahabatan dan tidak lebih dari itu. Aku minta maaf, aku harus pergi sekarang” ucap Hanami meninggalkan Kiyoshi

            “Kau mau kemana ? Tunggulah sebentar disini . Aku akan mengambil sepedaku dulu.” Ucap Kiyoshi

            Hanami membalikkan badan “tidak usah senpai. Terimakasih !” teriak Hanami

            Hanami berlari sekuat tenaga yang ia bisa manuju Taman Vanilla. “Semoga aku tidak terlambat” ucap Hinami dalam hati

            Sesampainya di Taman Vanilla Hinami tidak melihat Hirito . Masih dengan napas terengah-engah Hinami mencari Hirito.

            “Hanami !” teriak Hirito dari belakang yang juga berlarian menuju Taman Vanilla.

            “Sebenarnya ..” ucap mereka bersamaan

            “Kau duluan” ucap Hanami yang masih terengah-engah

            Hirito kemudian menarik napas , menenangkan diri dan mengatur napasnya sebelum mulai berbicara. “Aku tidak tahu ini sudah terlambat atau belum. Aku tidak peduli. Aku sudah lama ingin mengatakan ini padamu, Hanami.”

            Hanami berdiam menunggu perkataan selanjutnya. “Aku sudah lama menyukaimu. Sudah sangat lama. Aku sangat sangat menyukaimu Hanami Keiko.” Ucap Hirito dengan wajah penuh harap

            “Kau menyukaiku ? Lalu bagaimana dengan pacar barumu?” tanya Hinami

            “Pacar baru? Aku tidak memilikinya .” ucap Hirito heran

            “Saat kau mengajaku bertemu di Taman Vanilla kemarin. Kau bersama dengan seorang gadis berambut panjang. Dia pacarmu kan?” tanya Hinami perlahan .

            “Kemarin ? Dia sepupuku yang baru datang dari luar negeri. Aku meminta bantuannya untuk mendekor taman .” ucap Hirito. “Sebenarnya kemarin aku ingin menyatakan perasaanku padamu , karena aku pikir sudah terlalu lama aku memendamnya”

            Hanami terdiam mendengar perkataan Hirito. “Aku tahu kau sudah memiliki hubungan dengan Kiyoshi . Tapi aku harus mengatakan ini padamu agar aku terbebas dari rasa gelisah” ucap Hirito memandang Hanami

            “Memang benar tadi ia menyatakan cintanya padaku.” Ucap Hinami

            Hirito menghela napas panjang dengan wajah kecewa. “Tapi aku mengabaikannya dengan berlari kearah orang yang aku sukai.” Ucap Hinami tersenyum malu

            “Jadi .. jadi” ucap Hirito sumringah.

            Hanami hanya tersenyum manis menatap wajah Hirito.

            “Aku menyukaimu Hanami , benar-benar menyukaimu.” Ucap Hirito sambil menarik Hinami kedalam pelukannya .

            “Jangan pernah memberikan handuk dan minuman lagi kepada laki-laki selain aku. Mengerti ?” ucap Hirito manja

            “Handuk? Kiyoshi maksudnya ? Kau tau dari mana ?” tanya Hinami penasaran

            “Kau kira aku tidak tahu ? Jangan pernah dekat-dekat dengannya lagi ! Aku jauh lebih tampan darinya” ucap Hirito yang diiringi dengan suara tawa Hinami .

            Candaan mereka kembali terdengar di Taman Vanilla dengan diiringi jatuhnya bunga sakura . Taman , Vanilla, Taman Vanilla, Bunga sakura menjadi sejarah bagi kisah baru Hinami dan Hirito .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar