TAMAN
VANILLA
“Jangan
lupa untuk segera kembali kerumah setelah pulang sekolah. Selamat siang” ucap
Sensei Yoshida sambil meninggalkan kelas
Hanami
segera memasang earphone merah
ditelinganya . Gadis dengan wajah manis berkulit putih bersih ini segera
meninggalkan kelas dan menuju koridor .
“Hanami-chan
!” teriak Hiroto dari belakang .
Hanami yang sedang megenakan earphone merahnya tidak
mendengarkan panggilan Hiroto dan melanjutkan langkahnya menuju gerbang depan
sekolah .
Hiroto mengikuti langkah kaki Hanami dari belakang.
“Lagi-lagi ia menggunakan earphone bodoh itu”
Hanami yang tidak menyadari keberadaan Hiroto dibelakang
tidak menoleh sedikitpun kebelakang . Ia menatap kearah depan dengan wajah
dingin , seperti biasanya .
“Hanami awas !!!” teriak Hiroto sambil berlari
mengahmpiri Hanami .
Hanami terjatuh karena terkena lemparan bola basket .
“Kau tidak apa-apa?”tanya Hiroto mengahmpiri Hanami dan membantunya berdiri .
“Kalian seharusnya berhati-hati !! teriak Hiroto kearah lapangan basket yang
dipenuhi oleh atlet basket populer disekolahnya .
Kiyoshi, kapten basket SMA Kyoko berlari mengampiri
Hanami dan Hiroto. “Kau tidak apa-apa?” tanya Kiyoshi pada Hanami yang masih
membersihkan roknya karena terjatuh.
Hanami melepaskan earphonenya dan memandang Kiyoshi .
“Tidak usah pedulikan aku. Anggap saja kejadian ini tidak pernah menimpaku”
ucap Hanami meninggalkan Kiyoshi dan Hiroto .
Kiyoshi terdiam mendengar jawaban Hanami yang begitu
singkat .”Jawaban apa itu ? Apa artinya ia marah padaku ?” tanya Kiyoshi pada
Hirito . “Sifat Hanami memang begitu. Tidak usah dipikirankan . Kembalilah
berlatih senpai” ucap Hirito membungkukkan badan pada seniornya dan berlari
menyusul Hanami .
Kiyoshi memandang Hanami dari kejauhan . “Kenapa dia
sangat pendiam?” Kiyoshi kembali berlatih basket ditengah sorakan para wanita
cantik yang menyemangatinya tanpa lelah .
Hirito yang masih mengikuti Hanami dari belakang kemudian
berlarian kecil agar berjalan bersampingan dengan Hanami. “Kau masih marah
padaku ? Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu kau akan menungguku hingga
selama itu .” ucap Hirito memandang Hanami
“Lupakan saja
kejadian itu. Aku bahkan sudah melupakannya” jawab Hanami mempercepat
langkah kakinya . “Aku benar-benar menyesal” ucap Hirito sambil menahan lengan
sebelah kanan Hanami .
Hanami menghentikan langkahnya dan memberikan Hirito
kesempatan untuk berbicara . “Aku tahu kau sangat marah padaku . Aku
benar-benar minta maaf. Sore itu pamanku meninggal.” Ucap Hirito memandang
Hanami untuk meyakinkannya.
“Aku baru saja sampai rumah dari pulang
sekolah . Tapi aku harus segera kesana dan meninggalkan handphoneku yang sedang
dicharge dirumah. Aku tidak sempat memberitahumu karena sangat terburu-buru”
Hanami
melepaskan lengannya dari genggaman tangan Hirito yang hangat. “Pulanglah. Aku
tidak marah padamu” ucap Hanami tetap dengan wajah dinginnya . Hanami berjalan
meninggalkan Hirito yang berada dibelakangnya.
Hirito
tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya melihat Hanami dari belakang .
Hanami
kemudian menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. “Aku turut berduka atas
pamanmu.” Ucap Hanami . Hirito hanya diam seakan menunggu kata-kata selanjutnya
dari Hanami .
“Taman
Vanilla” Hanami membalikan badan dan melanjutkan langkah kakinya. “Yess!!
Arigatou Gozaimaseu Hanami-chan !! Aku tidak akan terlambat” teriak Hirito .
Hanami
masih bisa mendengarkan suara girang Hirito yang berjalan berlawanan arah
dengannya . Hanami tersenyum manis mendegar suara Hirito .
Keesokan
harinya Hanami berangkat kesekolah lebih pagi dari biasanya karena ia mendapat
tugas piket. Perempuan berambut sebahu itu menjepitkan jepitan rambut bermotif
bunga sakura di sisi bagian kanan rambutnya .
Hanami
berjalan sambil memandang sekililing sekolahnya yang dipenuhi dengan
bunga-bunga yang indah dan juga bunga sakura yang berjatuhan dari atas. Hanami
sangat menikmati musim ini , musim semi yang sangat disukainya .
“Hanami?”
Hanami menghentikan langkahnya dan berpaling kearah suara yang memanggilnya .
Kiyoshi ? Bagaimana bisa ia berada didepannya secepat ini padahal tadi suasana
sekolah masih terbilang sepi.
“Kau
marah padaku ?” tanya Kiyoshi memandang Hanami dengan sungguh-sungguh. “Aku
sudah bilang untuk melupakan kejadian yang kemarin” jawab Hanami tanpa senyuman
sedikitpun
“Jadi
kau tidak marah denganku?” tanya Kiyoshi lagi . Hanami tidak menjawab dan hanya
memandang Kiyoshi . Kiyoshi yang tidak mendengar jawaban dari Hanami segera
melanjutkan perkataannya .
“Baiklah
kalau begitu aku anggap kau tidak marah padaku .” ucap Kiyoshi sambil
menyuguhkan senyuman mematikannya pada Hanami.
Hanami
meninggalkan Kiyoshi dengan santainya. Apa
? Dia mengabaikan senyuman mematikanku ? Biasanya gadis gadis akan pingsan saat
melihatku tersenyum. Apa dia buta ? Hirito tidak percaya dengan apa yang
baru saja terjadi. Hanami mengabaikan senyumannya .
“Gadis
bunga yang berbeda” ucap Kiyoshi dalam hati .
Hanami
tiba dikelasnya dan meletakkan tasnya untuk segera membersihkan kelas . Ia
memandang mejanya yang diatasnya terletak kertas kecil berwarna biru
bertuliskan “Taman Vanilla. See you”
Hanami
segera memandang sekeliling dan berlarian kecil kearah jendela kelasnya yang
terletak dilantai dua . Ia menemukan Hirito melambaikan tangan padanya dari
bawah . Hanami membalasnya dengan seyuman khasnya , senyuman dengan dimple
dibagian ujung bibir bagian bawah .
3jam
berlalu dan bel istirahat pertama pun berbunyi. Hanami mengambil novel yang baru
dibelinya kemarin dari ransel birunya . Keadaan kelas menjadi sangat riuh .
Seluruh siswi diruangan terbut berteriak karena kedatangan Kiyoshi, laki-laki
paling populer disekolah memasuki kelas mereka .
Hanami
memandang kearah pintu masuk dan mendapati Kiyoshi berjalan menuju kearahnya .
Tempat duduk hanami yang terletak nomor 3 dari depan tidak membuat Kiyoshi
harus berjalan lama untuk bertemu dengannya .
Kiyoshi
dengan leluasa duduk dihadapan Hanami . “Minumlah.” Ucapnya sambill menyodorkan
minuman kaleng. “Anggap saja sebagai simbol permintaan maafku. Jika kau ada
waktu , sebelum pulang datanglah untuk
melihatku latihan .” Ucap Kiyoshi ramah .
Hanami
kemudian memandang orang disekitarnya yang mengerubunginya dan Kiyoshi. Mereka
menjadi sorotan semua kelas yang berada dilantai dua.
“Kau
akan datang, kan ? Aku akan menunggumu nanti sore” ucap Kiyoshi meninggalkan
Hanami. Sebelum keluar kelas, Kiyoshi menghentikan langkahnya dan membalikkan
badan kearah Hanami .
“Jepitan
Hana (bunga) itu sangat cocok denganmu.” Ucap Kiyoshi . Suasana ruangan yang
sebelumnya sangat sunyi karena semua perhatian berada pada Hanami dan Kiyoshi ,
berubah menjadi sangat riuh karena teriakan para gadis yang meleleh dengan
ucapan Kiyoshi.
Setelah
memastikan bahwa Kiyoshi telah keluar dari kelas, para siswi yang melihat
kejadian itu segera mendatangi Hanami dengan berbekal beribu pertanyaan .
“Apa kalian sangat dekat ?” “Kalian
memiliki hubungan apa?” “Kau sangat beruntung Hanami !” “Jangan coba-coba
mendekatinya atau kau akan rasakan balasanya !” “Perempuan tidak tahu diri !”
“Romantis sekali” “Sudah berapa lama ?” “Kalian cocok !””Apakah dimple couple
telah berakhir?” “Aku lebih menyukai kau bersama Hirito!”
Bertubi-tubi
pertanyaan menghampiri Hanami. Meskipun Hanami tidak menjawabnya pertanyaan itu
terus bermunculan . Banyak pujian dan cercaan yang dilontarkan padanya . Hanami
hanya memandang mereka tanpa menjawab satu pertanyaan .
Menyebalkan . Aku jadi tidak bisa
membaca novel ini .
Bel
masuk pun berbunyi dan suasana kelas menjadi normal kembali . Hanami menghela
napas panjang atas kejadian yang baru saja menimpanya .
Hanami
memerhatikan pelajaran yang sedang dijelaskan dengan baik. Perhatian Hanami
mengenai kejadian yang baru saja terjadi kemudian teralihkan pada pelajaran.
Hanami memang termasuk anak yang pendiam. Tapi kemampuan akademiknya
benar-benar tidak bisa diremehkan . Hanami selalu mendapat peringkat satu
disekolahnya .
Tidak
terasa, bel pulang telah berbunyi. Hanami segera bergegas meninggalkan kelas
dan bersiap untuk Taman Vanillanya.
Cibiran demi cibiran mengiri langkah Hanami meninggalkan kelasnya .
“Pasti sangat menyenangkan diundang
untuk menonton latihan oleh Kiyoshi” “Ada pasangan baru” “Hanami, ganbatte !””Bagaimana
dengan Hirito?”
Hanami
hanya tersenyum mendengarkan celotehan mereka . Terasa lucu baginya , tiba-tiba
ia merasa menjadi artis dadakan yang terkenal secara tiba-tiba hanya karena
Kiyoshi datang mengunjunginya .
Hanami
keluar dari koridor dan melewati lapangan basket. Ia melihat sorak sorai para
pendukung setia klub basket , mungkin tepatnya penggemar setia Kiyoshi Yamada.
Secara tidak sadar, Hanami menghentikan langkahnya dan memerhatikan Kiyoshi
yang sedang berlatih untuk pertandingan bergengsi tingkat SMA.
Cukup
lama Hanami tidak melangkahkan kakinya dan terpaku dengan kemampuan Kiyoshi
dalam memainkan bola bundar itu . Kiyoshi yang melihat Hanami memandangnya dari
kejauhan melambaikan tangannya pada Hanami.
Hanami
refleks membalas lambaian tangan Kiyoshi . Hanami tertegun dan sadar dari
lamunannya . Hanami dengan cepat mengalihkan pandangannya dan berjalan
meninggalkan area sekolah dengan cepat.
Kiyoshi
yang melihat tingkah Hanami hanya tertawa sekilas dan melanjutkan latihannya.
Kiyoshi tahu , ia tidak akan semudah itu mengajak Hanami menonton latihannya .
“Kenapa
aku melakukan hal yang memalukan . Bodoh sekali” ucap Hanami berulang kali
sambil memukul mukul kepalanya .
Hanami
kemudian memandang minuman kaleng rasa leci. Buah kesukaannya . “Kenapa semua
orang sangat menyukaimu ?” ucap Hanami berbicara dengan minuman kaleng yang
diberikan Kiyoshi tadi pagi.
Hanami
kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah . Hanami segera membersihkan
badan dan memilih pakaian musim semi mana yang akan ia kenakan hari ini.
Hanami
memilih one piece biru muda
kesukaanya yang akan dipadukan dengan jepit rambut bunga lily berwarna putih
yang ia pasang disisi kanan rambutnya dan membiarkan sisanya tergerai
.
Hanami
meihat dirinya dicermin dan tersenyum. Ia merasa seakan kejadian 10 tahun lalu
saat ia berusia 7 tahun terulang kembali.
Waktu
itu ia juga menggunakan one piece berwarna biru muda dan jepit rambut bunga
lily warna putih , pemberian Hirito. Hanami dan Hirito sudah berteman lama .
Semenjak Hanami SD mereka selalu berada dalam satu sekolah dan selalu bersama
sama.
Saat
itu Hanami juga akan pergi ke Taman Vanilla, tapi untuk merayakan pesta ulang
tahun Hirito yang ke-7. Hanami benar-benar terlihat seperti peri pada saat itu
. Wajahnya yang sangat cantik dan menggemaskan membuat semua perhatian tertuju
padanya saat ia datang.
Hirito
bahkan memberikan hadiah kepada Hanami . “Ini untukmu . Semoga kau menyukainya”
ucap Hirito . Hanami bingung “Untukku ? tapi aku tidak berulang tahun hari ini.
Aku membawakan hadiah untukmu” ucap Hanami tersenyum
“Ambilah.
Aku membelikannya khusus untukmu. Aku juga akan mengambil hadiah darimu.” Ucap
Hirito tersenyum. “Anggap saja kita sedang bertukar kado” lanjut Hirito
Hirito membuka hadiah tersebut .“Wah miniatur
taman saat musim semi ya. Arigatou Hanami-chan” ucap Hirito tersenyum . “Selamat
Ulang tahun, Hirito Konoto. Aku memberikanmu miniatur taman musim semi , karena
aku sangat menyukai musim semi. Dan taman .. karena kita sangat sering bermain
ditaman. Semoga kau akan mengingat persahabatan kita” ucap Hanami
Hirito
tersenyum mendengarkan ucapan Hanami yang begitu lembut. “Sekarang giliranmu
membukanya”. Hanami membuka sebuah kotak berbentuk segi empat yang lumayan
besar .
“Boneka
ice cream Vanilla ?” tanya Hanami . “Kau suka ?” tanya Hirito. Hanami tersenyum
dan menganggukan kepalanya beberapa kali. “Saat aku pertama kali melihatmu, aku
seperti melihat ice cream Vanilla yang berjalan.” Ucap Hirito
Hanami
terdiam dan mendengarkan perkataan Hirito. “Kau manis , dan menyenangkan. Sama
seperti ice cream Vanilla. Aku sangat menyukai ice cream Vanilla . Walaupun aku
sedang sedih , saat aku memakannya aku merasa jauh lebih baik. Sangat
menyenangkan berada disekitar ice cream Vanilla. Jadi kau , teruslah berada
disampingku.”
Sampai
sekarang panggilan Taman Vanilla tetap mereka gunakan dan menandakan akan
bertemu di Taman favorit mereka.
Hanami
memastikan dirinya terlihat rapi dan melihat jam tangan hitam yang melingkar dilengan kirinya yang mungil .
“Yaampun ! Aku hampir terlambat !” ucap Hanami terkejut saat jam tangannya
telah menunjukan pukul 16.40. Hanami dan Hirito selalu membuat janji pukul
17.00 karena Hirito menyukai angka 17 , sedangkan Hanami 0 .
Hanami
mempercepat laju sepedanya menuju Taman
Vanilla. Untungnya letak Taman Vanilla tidak terlalu jauh dari rumahnya .
Sesampainya di Taman, Hanami segera memarkirkan sepedanya dengan benar dan
mencari Hirito .
Hanami
baru berjalan beberapa langkah dan mendapati Hirito sedang duduk menunggu
kedatangan Hinami. Hanami tidak menegur Hirito secara langsung karena berniat
akan mengangetkannya .
Tetapi
saat akan mengejutkan Hirito, seorang gadis berambut panjang dengan postur
tubuh yang lebih tinggi dari Hanami menghampiri Hirito dengan membawa dua buah
ice cream cone Vanilla.
Hanami
menghentikan langkahnya dan memandang mereka dari kejauhan . Hanami melihat
gadis itu duduk disamping Hirito dan tertawa ria bersama Hirito . Siapa dia ?
Hanami
mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hirito dan memutuskan untuk
berjalan-jalan sendiri.
Dia sudah memiliki pacar ? Kenapa
ia tidak memberitahuku ? Apakah tadi ia akan mengenalkanku pada pacarnya ?
Kenapa sangat tiba-tiba ? Selama ini aku tidak pernah melihat ia mendekati
seorang gadis secara serius walaupun banyak yang menyukainya
Hanami
memikirkan banyak hal sepanjang jalan . Pikirannya tidak menentu . Hanami
memikirkan Hirito secara terus menerus. Aku
kira , selama ini gadis yang dekat dengannya hanyalah aku . ternyata tidak .
Hanami
kembali mengingat masa SMPnya dengan Hirito. Hirito , laki-laki yang populer dari semenjak ia SD sampai SMA .
Badan tinggi , wajah manis , bersahabat, memiliki dimple dipipir kirinya, baik
hati, ramah, ditambah lagi kemahirannya bermain sepak bola menjadikannya
bintang lapangan dalam posisi menyerang.
Banyak
wanita yang iri pada Hanami. Ia selalu dekat dengan Hirito , selain itu Hinami
juga sangat cantik dan cocok dengan Hirito . Semua orang bahkan mengira mereka
berdua memiliki hubungan spesial .
“Hei”
Hanami menoleh . “Senpai ?” ucap Hanami menghentikan aktivitas mendorong
sepedanya . “Panggil saja aku Kiyoshi. Kau mau kemana ?” tanya Kiyoshi
Hanami
memandang wajah Kiyoshi sejenak . “Entahlah” jawab Hinami memalingkan wajah .
“Apa
kau menangis Hinami Keiko ?” tanya Kiyoshi sambil mendekatkan wajahnya tepat
didepan wajah Hinami . “Tidak , aku hanya kelilipan” jawab Hinami
“Bagaimana
kalau kita bergembira bersama ? Aku juga sedang ingin melepas penat sebelum
pertandingan . Aku sangat lelah berlatih terus menerus .” ucap Kiyoshi
“Kemana
?” tanya Hinami . “Kemana saja asalkan kau sudah tidak menangis lagi. Sangat
tidak cocok untukmu . Kau benar-benar cantik hari ini tapi suasana hatimu
sedang tidak baik.”
Kiyoshi
kemudian mengambil sepeda yang dipegang Hanami dan menaikinya . “Naiklah , mari
kita bersenang-senang” ucap Kiyoshi yakin . “Kenapa kita tidak berjalan saja ?”
tanya Hanami
“Nanti
semua orang akan mengira bahwa aku sedang berjalan jalan dengan adikku. Bukan
dengan orang yang kusuka. Cepat naiklah” ucap Kiyoshi yang sudah siap mengayuh
sepeda Hanami.
Badan
jangkung yang dimiliki Kiyoshi membuat Hinami terlihat mungil berjalan
disampingnya.
Hanami
terdiam mendengar perkataan Kiyoshi . Tadi
itu apa ? Apa itu sebuah pengakuan atau hanya sekedar ingin menghiburku ?
“Hanami”
panggil Kiyoshi. Hanami menoleh dan segera naik ke bangku penumpang dibelakang
.
Kiyoshi
mengayuh sepeda menuju ke pinggir danau. Dan memperlambat laju sepedanya saat
berada disekitar danau. “Warna birunya sangat indah” ucap Hinami memecah
keheningan .
“Kau
sangat menyukai warna biru ya?” tanya Kiyoshi sambil mengayuh sepeda perlahan.
“Very much” jawab Hinami singkat . “Senpai , ayo kita berhenti sebentar dan
bersenang-senang disini”
“Baiklah
kalau itu maumu. Tapi panggil saja aku Kiyoshi” ucap Kiyoshi sambil meletakkan
sepeda Hinami disamping pohon didekat danau.
Hanami
dan Kiyoshi duduk berdampingan disekitar danau sambil memandangi indahnya warna
biru danau saat musi semi. “Apa kau merasa sangat sedih ?” tanya Kiyoshi. “Aku
tidak bersedih , aku sedang bersenang-senang denganmu” jawab Hinami tersenyum.
Kiyoshi
terkesima melihat senyuman Hinami yang sangat manis . “Aku baru pertama kali
melihatmu tersenyum seperti itu . Dan senyum itu untukku.” Ucap Kiyoshi tanpa
memandang Hinami yang masih memandangnya .
“Teruslah
tersenyum seperti itu Hanami. Jangan biarkan air matamu menetes lagi. Saat kau
tersenyum kau seperti bunga sakura yang sedang mekar. Indah dan menawan .
Keberadaan senyummu juga seperti bunga sakura yang selalu ditunggu tunggu oleh
banyak orang . Lihatlah semua masalah dengan senyuman seperti kau tidak
mempunyai beban apa-apa . Maka kau akan merasa lebih baik” ucap Kiysohi
memandang Hanami dengan senyumannya .
“Berdirilah
disana . Aku akan mengambil gambarmu” ucap Kiyoshi mengeluarkan handphone
miliknya dari dalam saku .
Hanami
mengambil pose piece andalannya .
Kiyoshi segera mengambil gambar Hanami . Saat Hanami tidak siap untuk difoto ,
Kiyoshi tetap menagmbil gambar Hanami tanpa sepengetahuannya .
Hanami
segera mengambil handphone miliknya dari tas saat handphoennya berdering.
From : Hirito Konoto
Kau dimana ? Sekarang sudah jam
17.30 . Apa kau sedang sibuk ?Aku akan menunggumu sampai kau datang . Aku ingin
memberitahumu sesuatu yang sangat penting.
Hinami
menarik napas dan menaruh kembali handphonenya kedalam tas birunya . Apa memperkenalkan pacar barumu padaku
adalah sesuatu yang sangat penting ? Apa kau tidak memikirkan perasaanku saat
kau akan mengenalkannya padaku ? dasar bodoh
“Hinami”
Hinami menoleh kearah Kiyoshi . Click ! “Wuaa
.. kau sangat manis Hanami-chan” ucap Kiyoshi yang mengambil foto Hanami secara
tiba-tiba.
“Kau
benar-benar jahat Kiyoshi-kun ! Bagaimana jika nanti wajah manisku terlihat
jelek ?” ucap Hinami diiringi nada candaan .
Hinami
menghabiskan banyak waktu bersama Kiyoshi saat itu . Semua penat dalam dirinya
seakan benar-benar hilang berkat Kiyoshi . Waktu yang menyenangkan bersama
orang yang menyenangkan pula .
“Arigatou
Gozaimaseu , Kiyoshi-kun.” Ucap Hinami membungkukkan badan . “Kau berbicara
banyak hari ini , itu bagus. Jika kau ingin bersenang-senang lagi ajak aku ya”
ucap Kiyoshi tersenyum.
“Pulanglah
, sudah malam .” ucap Kiyoshi. “Kita tidak pulang bersama ? Aku akan
mengantarmu” ucap Hanami polos. “Tidak usah , rumahku tidak jauh dari sini . Jika
terjadi apa-apa dijalan , telpon aku. Bye” ucap Kiyoshi meninggalkan Hanami
dengan senyuman
Hanami
kemudian mengayuh sepedanya dan mengingat kejadian menyenangkan tadi . Kiyoshi
ternyata orang yang sangat baik. Astaga !
Hinami
menghentikan sepedanya dan mengecek handphonenya . 50 panggilan tidak terjawab
dari Hirito Konoto. Hinami terdiam . Apa
aku harus menelponnya ? Atau aku harus ke Taman Vanilla ? Apa yang harus aku
lakukan ?
Hinami
memutuskan untuk mengayuh sepedanya ke Taman Vanilla untuk memastikan apakah
Hirito masih berada disana . Sesampainya ditaman , Hinami masih melihat
keberadaan Hirito yang duduk sendirian . Kemana
gadis yang tadi ?
Hinami
akhrinya menelpon Hirito sambil memandangnya dari kejauhan .
“Hanami-chan .. ” ucap Hirito yang
belum selesai bicara . “Gomen , aku banyak urusan yang harus kuselesaikan .
Pulanglah dan tidak usah menunggu lagi disana.” Potong Hanami .
“Kau ada dimana sekarang ?” ucap
Hirito melihat sekeliling taman . “Aku tahu kau pasti disini .” ucap Hirito .
“Pulanglah, maafkan aku” tutup Hinami
Hinami
kembali meneteskan air matanya melihat Hirito dari kejauhan .
Kenapa kau melakukan ini padaku
?Apa aku melakukan sesuatu yang salah padamu ? Kenapa kau tidak bisa membuka
hatimu padaku ? Pada wanita yang sudah lama bersama denganmu . Tapi mengapa kau
bisa dengan mudahnya membuka hati untuk orang lain ? Bahkan orang yang aku
tidak kenal sama sekali.
Message Message!
Handphone
Hanami berdering pertanda SMS masuk. Pasti
Hirito . Apa lagi yang akan ia katakan ?
From : Kiyoshi
Kau sudah sampai ? Cepat tidur dan
istirahat . Besok aku tunggu dilapangan basket ya . Mungkin aku tidak bisa
kembali lagi kekelasmu besok , aku harus latihan . Sampai bertemu besok ,
Hanami-chan
Kiyoshi.
Laki-laki yang sangat baik, menyenangkan, populer, bahkan bisa dikatakan ia
lelaki yang benar-benar mengagumkan. Hanami meletakkan kembali handphonenya
kedalam tas tanpa membalas pesan tersebut.
“Aku
kira kau ,ternyata bukan” ucap Hanami sambil memandang Hirito dari kejauhan .
Hirito yang masih duduk disana sendirian
memandang keatas langit .
“Biasanya
sekarang aku duduk disampingmu . Bukan hanya kau yang memandang langit, tapi
kita berdua. Kenapa begitu banyak yang berubah dalam waktu yang sesingkat ini
?” ucap Hinami menangis
Hanami
mengirim pesan kepada Hirito
To : Hirito Konoto
Pulanglah. Kau sudah terlalu lama
menungguku . Aku minta maaf, aku benar-benar kekanakan . Dan juga, jangan temui
aku beberapa hari ini . Maaf.
Hinami
kemudian mengayuh sepedannya meninggalkan Hirito . Hirito yang menyadari
kepergian Hanami segera mengejarnya . “Hanami-chan !” teriak Hirito .
Hanami
yang mendegar suara teriakan Hirito menambah kelajuannya mengayuh sepda putih
miliknya.
Keesokan
paginya, Hirito benar-benar tidak muncul dihadapan Hanami sekalipun . Mulai
dari bel masuk hingga pulang, Hanami benar-benar tidak melihat makhluk cerewet
itu.
Message Message !
From : Kiyoshi
Aku tunggu dilapangan ! J
Hanami yang membaca pesan
dari Kiyoshi segera menuju kekantin untuk membeli minuman kaleng .
Dikantin ia mendapati Hirito sedang makan sushi dengan
beberapa temannya. Hanami berjalan lurus dan berpura-pura tidak melihatnya .
Hirito yang melihat Hanami mengambil minuman kaleng
didalam lemari pendingin kemudian mengikutinya mengambil sebuah minuman kaleng
juga.
“Biar aku yang bayar.” Ucap Hirito
“Arigatou” ucap Hanami singkat
“Ada apa denganmu ? Apa kau marah denganku ? Aku
melakukan kesalahan lagi ? Setidaknya kau harus memberitahuku kesalahan apa
yang aku buat, jadi aku bisa minta maaf. Ucap Hirito dengan wajah serba salah
Hinami terdiam . “Aku sedang banyak urusan. Maaf” ucap
Hinami meninggalkan Hirito.
“Apa kalian bertengkar ?” tanya Yorume teman Hirito. “Aku
bahkan tidak tahu apa kesalahanku . Tapi ia terus menghindariku” ucap Hirito
sambil menghela napas panjang.
Hinami memikirkan perkataannya pada Hirito tadi. Apa itu terlalu kasar ? Kenapa aku marah
padanya ? Apa salah yang ia buat ? Aku sangat kekanak kanakan.
Hinami yang sudah sampai pada lapangan basket, segera
duduk dikursi penonton yang sangat ribut oleh teriakan para gadis yang melihat
Kiyoshi latihan.
Kiyoshi yang sadar akan keberadaan Hinami melambaikan
tangan padanya . Suara teriakanpun terdengar sangat hebat . Hanami hanya
membalas dengan senyuman manisnya.
Hanami memandang Kiyoshi dengan seksama. Hanami kembali
teringat ketika ia mendukung Hirito latihan sepak bola. Hanami selalu
menyediakan minuman dan handuk untuk Hirito. Tapi sekarang, Hanami berada pada
lapangan basket, bukan lapangan bola.
Kiyoshi , dan bukan Hirito .
Lamunan Hinami buyar ketika bunyi sempritan pelatih
berbunyi keras pertanda latihan telah selesai. Hinami segera turun dari kursi
penonton dan turun mendekati Kiyoshi untuk memberikan minnuman yang telah ia
beli dikantin.
“Ini , minumlah.” Ucap Hanami ramah . “Untukku ?
terimakasih .” jawab Kiyoshi
“Pakai ini untuk mengelap keringatmu. Kau bermain sangat
bagus tadi”ucap Hanami memberikan handuk kecil pada Kiyoshi .
“Bermain bagus ? Kau tahu dari mana ? Bukannya dari tadi
kau hanya melamun ?” tanya Kiyoshi
Hinami tertegun. Bagaiamana ia bisa tahu ? Apa dari tadi
Kiyoshi memerhatikan Hanami ?
“Jadi , kesibukan ini yang membuatmu mengabaikanku. Kau
bahkan memberikan handuk itu pada Kiyoshi , bukan padaku. Aku merindukanmu
Hanami” ucap Hirito yang dari tadi memandangi Hanami dari kejauhan.
“Tunggu disini sebentar. Aku akan ganti baju . Ingat ,
jangan kemana-mana . Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap Kiyoshi
meninggalkan Hanami menuju kamar ganti.
Mengatakan apa ?Kau
bahkan tidak mengusap kepalaku karena aku datang menyemangatimu .
Hanami tertegun . Benar
, kau Kiyoshi yang mengagumkan. Bukan Hirito yang menakjubkan.
“Apa yang kau pikirkan ? Kau sangat banyak melamun hari
ini” ucap Kiyoshi yang sudah selesai berganti baju.
“Nothing. Kau mau mengajakku kemana ?” tanya Hanami
mengalihkan pembicaraan .
“Kesuatu tempat yang sangat indah. Kau pasti suka” ucap
Kiyoshi
Hanami hanya tersenyum samar mendengar perkataan Kiyoshi.
Kiyoshi dan Hanami berjalan berdampingan menuju ke sebuah jalan setapak yang
dihiasi dengan jejeran pohon sakura yang sangat indah .
Hanami menutup mata, dan menarik napas dalam . Ia
menikmati udara bunga sakura yang sangat menyegarkan . Bau yang khas . Kiyoshi
dan Hanami berjalan hingga ketengah area jalan setapak yang dipenuhi pohon
sakura .
Sekarang , saat Hanami memandang kearah depan atau
belakangnya , sangat banyak pohon sakura yang bisa ia lihat .
“Hanami-chan” ucap Kiyoshi yang membuat langkah kaki
mereka terhenti. Hanami memandang wajah Kiyoshi seakan menunggu kata-kata
selanjutnya .
“Kau suka tempat ini ?”
tanya Kiyoshi
“Sangat sangat sangat menyukainya .” jawab Hanami
tersenyum sangat ramah
“Begitu juga denganku” ucap Kiyoshi menatap Hanami
“Hmm?” ucap Hinami
seakan ia tidak mengerti
“Aku sangat sangat sangat menyukaimu . Seperti kau
menyukai tempat ini, aku menyukaimu Hanami Keiko.”
Hanami tertegun dan tidak menjawab apapun . Mengapa harus berakhir seperti ini?
Handphone Hanami berdering . Hanami melihatnya , telepon masuk dari Hirito dan tidak
mengangkatnya .
“Aku bersungguh-sungguh Hanami-chan. Kau berbeda dari
yang lain. Kau membuatku nyaman . Aku sudah menaruh perhatian lebih padamu dari
awal kita bertemu.” Ucap Kiyoshi lagi
Message Message !
Hinami membuka
pesan masuk.
From : Hirito
Konoto
Hanami , ada sesuatu yang harus aku
katakan padamu sebelum semuanya terlambat. Aku sangat berharap kau datang .
Meskipun aku terlambat, aku harus mengatakannya padamu Hanami-chan. Aku
benar-benar akan menunggumu disana. Taman Vanilla
Hinami bingung
dengan perasaannya . Sangat menyenangkan berada disisi Kiyoshi . Tapi Hanami
lebih nyaman berada disisi Hirito . Ya ! Hirito .
“Gomennasai Kiyoshi-kun. Aku sangat mengahrgai perasaanmu
padaku, tapi aku hanya menganggap hubungan kita hanya sebatas persahabatan dan
tidak lebih dari itu. Aku minta maaf, aku harus pergi sekarang” ucap Hanami
meninggalkan Kiyoshi
“Kau mau kemana ? Tunggulah sebentar disini . Aku akan mengambil
sepedaku dulu.” Ucap Kiyoshi
Hanami membalikkan badan “tidak usah senpai. Terimakasih
!” teriak Hanami
Hanami berlari sekuat tenaga yang ia bisa manuju Taman
Vanilla. “Semoga aku tidak terlambat” ucap Hinami dalam hati
Sesampainya di Taman Vanilla Hinami tidak melihat Hirito
. Masih dengan napas terengah-engah Hinami mencari Hirito.
“Hanami !” teriak Hirito dari belakang yang juga
berlarian menuju Taman Vanilla.
“Sebenarnya ..” ucap mereka bersamaan
“Kau duluan” ucap Hanami yang masih terengah-engah
Hirito kemudian menarik napas , menenangkan diri dan
mengatur napasnya sebelum mulai berbicara. “Aku tidak tahu ini sudah terlambat
atau belum. Aku tidak peduli. Aku sudah lama ingin mengatakan ini padamu,
Hanami.”
Hanami berdiam menunggu perkataan selanjutnya. “Aku sudah
lama menyukaimu. Sudah sangat lama. Aku sangat sangat menyukaimu Hanami Keiko.”
Ucap Hirito dengan wajah penuh harap
“Kau menyukaiku ? Lalu bagaimana dengan pacar barumu?”
tanya Hinami
“Pacar baru? Aku tidak memilikinya .” ucap Hirito heran
“Saat kau mengajaku bertemu di Taman Vanilla kemarin. Kau
bersama dengan seorang gadis berambut panjang. Dia pacarmu kan?” tanya Hinami
perlahan .
“Kemarin ? Dia sepupuku yang baru datang dari luar
negeri. Aku meminta bantuannya untuk mendekor taman .” ucap Hirito. “Sebenarnya
kemarin aku ingin menyatakan perasaanku padamu , karena aku pikir sudah terlalu
lama aku memendamnya”
Hanami terdiam mendengar perkataan Hirito. “Aku tahu kau
sudah memiliki hubungan dengan Kiyoshi . Tapi aku harus mengatakan ini padamu
agar aku terbebas dari rasa gelisah” ucap Hirito memandang Hanami
“Memang benar tadi ia menyatakan cintanya padaku.” Ucap
Hinami
Hirito menghela napas panjang dengan wajah kecewa. “Tapi
aku mengabaikannya dengan berlari kearah orang yang aku sukai.” Ucap Hinami
tersenyum malu
“Jadi .. jadi” ucap Hirito sumringah.
Hanami hanya tersenyum manis menatap wajah Hirito.
“Aku menyukaimu Hanami , benar-benar menyukaimu.” Ucap
Hirito sambil menarik Hinami kedalam pelukannya .
“Jangan pernah memberikan handuk dan minuman lagi kepada
laki-laki selain aku. Mengerti ?” ucap Hirito manja
“Handuk? Kiyoshi maksudnya ? Kau tau dari mana ?” tanya
Hinami penasaran
“Kau kira aku tidak tahu ? Jangan pernah dekat-dekat
dengannya lagi ! Aku jauh lebih tampan darinya” ucap Hirito yang diiringi
dengan suara tawa Hinami .
Candaan mereka kembali terdengar di Taman Vanilla dengan
diiringi jatuhnya bunga sakura . Taman , Vanilla, Taman Vanilla, Bunga sakura
menjadi sejarah bagi kisah baru Hinami dan Hirito .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar